Judul
Resensi : Aneka Ragam Cinta
§ Identitas
buku
1. Judul
buku : Simbiosa Alina
2. Nama
pengarang : Pringadi Abdi-Sungging
Raga
3. Penerbit : PT Gramedia Pustaka
Utama
4. Tahun
terbit : 2014
5. Kota
terbit : Jakarta
6. Jenis
Buku : Fiksi
7. Tebal
buku : 192 halaman
8. Ukuran
buku : X x 20 cm
9. ISBN : 978-602-03-0297-3
10. Harga
buku : Rp 49.000
Simbiosa Alina
merupakan kumpulan cerpen yang dikarang oleh Pringadi Abdi dan Sungging Raga.
Pringadi Abdi surya dilahirkan di Palembang,18 Agustus 1988.Sekarang bekerja
sebagai PNS Ditjen Pembendaharaan di KPPN Sumbawa Besar. Buku cerpen perdananya Dongeng
Afrizal (Kayla,2011). Raga lahir
pada 25 April 1987 di Situbondo,Jawa Timur. Pada tahun 2004 merantau ke Yogyakarta untuk kuliah
di jurusan Matematika Universitas Gadjah
Mada meski akhirnya tidak selesai. Menggemari cerita pendek sejak awal tahun
2009 setelah membaca buku-buku Bakti Soemanto, Bre Redana, Hamsed
Rangkuti, dan Seno Gumira. Terobsesi dengan permainan imajinasi, ia mulai menulis
ceritanya sendiri dan mengirimkannya ke media.
Pringadi Abdi dan Sungging Raga menyajikan Simbiosa Alina ini
penuh dengan keanekaragaman cinta. Buku ini menyajikan sebuah kisah cinta
dengan peristiwa yang cukup rumit dan berbelit,buku ini menyajikan cerita cinta
yang penuh dengan imajinasi.
Sungging Raga
“Simbiosa” Kisah Dulkarip yang
mencintai murciya namun bertepuk sebelah tangan karena murciya telah menikah
dengan Karimin,sehingga membuat Dulkarip gila.Dia hanya bisa Berkomunikasi
dengan hewan dan tumbuhan,seakan ia hilang ingatan yang tak paham bahasa
manusia.Kisah cinta yang mengharukan karena di butakan oleh cinta.
”Sebatang Pohon di Loftus Road”
Kisah ini mengisahkan mitos wanita yang menjelma menjadi pohon di sepanjang
loftus road.Mitos ini seakan nyata karena kisah cinta laki-laki yang tidak
tepat akan janjinya,dan Naela pun sudah tidak ada kabar hingga delapan tahun.
Si laki-laki ternyata sudah berkeluaga,tetapi tetap saja tidak ada berita
tentang keadaan Naela. Suatu hari Laki-laki mengajak istri dan anaknya pergi ke
loftus road, disanalah mereka menemukan pohon yang seakan menangis dan bayangan
pohon itu nampak samar seperti Naela.Teringatlah laki-laki akan janjinya dulu
yang tak datang menemui Naela hingga mitos itu benar adanya.
“Slania” Cerita ini mengisahkan
kakek dan nenek yang saling mencintai selama 120 tahun,tetapi tak menjadi
pasangan kekasih ataupun suami istri. Walaupun begitu mereka saling memberikan
dukungan dan saling memotivasi agar saling menguatkan,saling menopang satu sama
lain.Setia adalah jalan mereka walaupun tak menikah,cinta memang kekal bagi
mereka.hal.48 “Usia telah membuat mereka terus saling menopang,saling
menguatkan”.
“Pelukis dari St. Mary’s” Cerpen
ini mengisahkan seorang pelukis yang pantang menyerah walaupun peperangan
terjadi.walaupun peperangan itu sudah terjadi namun ia masih mengingat akan hal
tersebut dan ia membayangkan semua kemudian ia menuangkan bayangan tersebut ke
sebuah kanvas dan mengoleskan sedikit demi sedikit kuas yang berisi warna
tersebut.Hingga suatu hari ia harus ditangkap karena di sangka sebagai
mata-mata teroris,tetapi hal tersebut tidak terbukti.Ketika dia sampai di
apartemennya dan melihat apartemennya hancur bertubi-tubi akibat serangan
pengeboman,ia hanya bisa memandang dari kejauhan dan ia teringat akan
lukisannya yang belum terselesaikan itu.
“Biografi cartesia” kisah
ini menceritakan sepasang kekasih cartesia dan horde yang terpisahkan karena
petualangan horde ke Portsmouth.Pasangan ini telah di sihir oleh penyihir dari
Portsmouth dekat pelabuhan,di karenakan putri Nalea iri atas kisah cinta
cartesia dan horde yang begitu fenomenal.Demi kesembuhan cartesia seseorang
lelaki rela menorbankan jiwanya untuk bersemayam di stasiun kingscote agar
cartesia kembali sadar akan dirinya,namun lelaki itu tetap bersemayam walaupun
cartesia sudah sembuh dan cartesia malahan kembali kepada horde. Lelaki yang
telah menolongnya itu tetap bersemayam di stasiun itu berharap cartesia datang
namun hingga cartesia menikah dengan horde,cartesia pun tak pernah lagi ke stasiun
tersebut.
Pringadi Abdi
“Alina”
kisah ini mengisahkan jatuh cinta pada pandangan pertama,orang berpendapat
cinta itu adalah proses.Seorang laki-laki yang mencintai alina namun beda
agama,cintanya pun tak disetujui ole orang tua dari pihak laki-laki.Cinta
mereka tak menemui hasil mereka hanya bisa memendam perasaan itu dan mereka
hanya bisa mengutarakan isi hatinya di sebuah pohon yang diberi nama pohon
cinta,sehingga pada akhirnya mereka berdua harus bisa menjalani kehidupannnya
tanpa cinta yang bisa mereka miliki.
“Malam di Cataluna”
Cerpen ini menceritakan Krishna dan Rena sepasang kekasih yang segera akan
menikah.krishna menjanjikan bahwa jiks Barcelona menang maka ia akan segera
melamar Rena.hal 121 “kalau kalah??Rena malah balik bertanya.Mukanya
mengernyit marah.
Bagaimana mungkin sebuah hubungan
dipertaruhkan pada kemenangan tim sepak bola?”cinta
tak bisa dibandingkan dengan suatu hal namun kita harus tulus dan menghormati
hal tersebut.cinta bukan bahan taruhan.
“Teka-Teki Kecil”
Cerita pendek ini menceritakan kisah cinta yang tidak mudah di tebak. Afrizal
sewaktu masih SMP yang satu sekolah dengan nyimas bahkan satu kelas yang sering
bertengkar.Nyimas selalu membarikan pertanyaan konyol kepada teman sekelasnya
namun Afrizal kesal dengan hal tersebut.hal.129 “Bagaimana caranya
memasukkan gajah ke dalam botol”.Nyimas ini adalah perempuan yang pintar di
kelasnya,ia di senangi di kelasnya karena perilakunya yang humoris itu,belum
sempat Afrizal menjawab pertanyaan konyol itu namun Nyimas sudah memberikan
pertanyaan yang kedua.Hal 130 “Kenapa anak babi jalannya menunduk”.Afrizal
hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya.Hingga suatu hari,Belasan tahun kemudian,Afrizal yang baru merayakan
kelulusannya di sebuah Universitas terkemuka di Bandung tak sengaja bertemu
Nyimas.Sesungguhnya Nyimas adalah wanita yang manis,ia agak menyesal tak
menanggapi olok-olokan perjodohan dengan Nyimas.hal.134 “kau masih ingat
teka-tekiku dulu?” pertanyaan itu yang pertama Nyimas sampaikan saat
pertama bertemu kembali,Nyimas menyadarkan Afrizal dari lamunannya dan Nyimas
berkata hal.136 “Tuhan dan takdirnya memang begitu misterius.Seperti
teka-teki yang jawannya tak diminta untuk ditemukan”,”Hidup akan menjawabnya
sediri”.Ternyata Nyimas akan menikah
dengan temannya dulu di SMP yang tak disukai oleh Afrizal dulu.
“Nyonya Vilda”
Cerpen ini mengisahkan tentang perempuan yang dianggap sebagai bidadari,yang
dianggap
Vilda
sedang mengandung bidadari.Pringadi
sangat mencintai Vilda namun Vilda sudah berkeluarga dan sudah hamil yang baru berumur tujuh bulan.Suatu
hari Pringadai sangat ingin bertemu Vilda hingga mengorbankan banyak uang demi
bertemunya dengan Vilda. Disana Vilda kaget karena Pringadi membawa perempuan
bila mana itu adalah istrinya,Vilda bingung akan hal tersebut karena Pringadi
menyampaikan suatu hal kepada Vilda.hal.188 “apakah
suatu hari nanti kita akan bertemu di surga”. Itulah kata terakhir yang
diutarakan keduanya.
Jika buku karya
Pringadi Abdi dan Sungging raga ini dibandingkan dengan novel “A Wedding
After Story” karya Mely Maeta Sari tentunya buku Simbiosa Alina memiliki
permainan kata yang rapi misal,cerpen yang hanya beberapa lembar tidak membuat
pembaca ngos-ngosan menunggu kapan cerita akan berakhir. Cerita di dalam buku
Simbiosa Alina ini pula penggunaan dialog yang ringkas,yang hanya dengan
menggambarkan satu kalimat saja sudah menggambarkan sebuah karakter. Pada buku
ini juga kedua penulis bisa masuk ke dalam cerita dengan tiba-tiba yang rasanya
sulit dilakukan pada novel.
Menurut saya, buku Simbiosa Alina ini juga memiliki nilai yang tinggi. Hal ini bisa kita lihat setiap penggalan cerpen yang
mengisahkan tentang cinta. Jadi dari buku ini kita mengetahui bagaimana cinta
yang kekal dan bagaimana cinta yang hanya angan-angan. Buku ini mengisahkan Aneka
Ragam Cinta mulai dari cinta yang tak kesampaian,cinta beda Agama,cinta
yang berbelok-belok hingga cinta yang mengajarkan kesetiaan.Jadi saya
merekomendasikan buku Simbiosa Alina ini layak
untuk dibaca.

wahh kerenn,jadii pengen baca bukunya,hehe
BalasHapusMakasi yaaa,,,selamat membaca
BalasHapus